Langsung ke konten utama

PERNIKAHAN SEBUMBANGAN PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG

    Pendahuluan Sebumbangan—atau dalam dialek A disebut sebambangan—adalah salah satu jenis perkawinan pada masyarakat adat Lampung, khususnya yang menganut adat Pepadun. Secara harfiah, sebumbangan merujuk pada proses di mana seorang perempuan pergi bersama calon suaminya tanpa melalui prosesi peminangan (pineng) yang formal dan seremonial. Tindakan ini umumnya dipilih sebagai alternatif atau pilihan kedua untuk menghindari keharusan dan kerumitan beragam prosesi adat pineng yang memakan waktu, biaya, dan energi yang besar. Meskipun demikian, sebumbangan sering disalahartikan sebagai "kawin lari" atau dalam bahasa yang lebih kasar dikenal dengan istilah bubay, ngelakei, atau cakak lakei. Penting untuk digarisbawahi bahwa sebumbangan bukanlah bentuk pelanggaran total terhadap adat, melainkan sebuah jalan pintas yang tetap memiliki mekanisme penyelesaian adat yang ketat dan terperinci. Pembahasan Secara etimologis, kata sebumbangan berasal dari kata dasar bumbang yang ...

Media Nasional Keliru Sebut Busana Adat Lampung Yang dipakai Titiek Soeharto Sebagai Adat Minang


Jakarta, 17 Agustus 2025
– Upacara detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, kembali menjadi sorotan publik. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara kenegaraan ini tidak hanya dihadiri oleh Presiden, Wakil Presiden, serta para pejabat tinggi negara, namun juga tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk Titiek Soeharto, mantan istri Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, bersama putranya.

Kehadiran Titiek Soeharto menarik perhatian media dan masyarakat, bukan hanya karena status sosial dan politiknya, tetapi juga karena busana adat yang ia kenakan. Titiek tampil dengan balutan pakaian adat lengkap, termasuk penutup kepala unik yang berbentuk memanjang ke samping dan dililit dengan kain. Namun, keunikan tersebut justru memunculkan kebingungan di kalangan publik maupun media.

Sejumlah media arus utama, mulai dari TVRI, Liputan6, hingga Merdeka.com, sempat salah mengidentifikasi busana adat yang dikenakan Titiek. Mereka menyebutnya sebagai pakaian adat Minangkabau atau Padang. Padahal, faktanya, busana tersebut berasal dari masyarakat adat Lampung, khususnya Lampung Pepadun.

Penutup kepala yang dipakai Titiek dikenal sebagai Anggagh, yang dipadukan dengan Kain Sebagi. Dalam tradisi Lampung Pepadun, Anggagh ini merupakan bagian dari pakai mighul, yaitu pakaian adat wanita yang sudah menikah. Sayangnya, kekeliruan media ini menimbulkan keprihatinan banyak pihak, sebab justru mencerminkan masih kurangnya pemahaman terhadap kekayaan budaya Nusantara.

Pengamat budaya menilai, seharusnya media lebih cermat dalam melakukan verifikasi, terutama dalam konteks acara kenegaraan yang disiarkan luas ke seluruh masyarakat. Indonesia memiliki ratusan suku bangsa dengan ragam busana adat yang khas, sehingga setiap detail perlu diperhatikan dengan teliti agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penting bagi generasi sekarang, termasuk media massa, untuk lebih mengenal dan menghargai identitas budaya lokal. Busana adat bukan sekadar pakaian, melainkan simbol status sosial, filosofi hidup, dan jati diri suatu masyarakat.

Foto : ig 

yciejo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAN PENTING KELAMO BAGI ULUN LAPPUNG

 

PERNIKAHAN SEBUMBANGAN PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG

    Pendahuluan Sebumbangan—atau dalam dialek A disebut sebambangan—adalah salah satu jenis perkawinan pada masyarakat adat Lampung, khususnya yang menganut adat Pepadun. Secara harfiah, sebumbangan merujuk pada proses di mana seorang perempuan pergi bersama calon suaminya tanpa melalui prosesi peminangan (pineng) yang formal dan seremonial. Tindakan ini umumnya dipilih sebagai alternatif atau pilihan kedua untuk menghindari keharusan dan kerumitan beragam prosesi adat pineng yang memakan waktu, biaya, dan energi yang besar. Meskipun demikian, sebumbangan sering disalahartikan sebagai "kawin lari" atau dalam bahasa yang lebih kasar dikenal dengan istilah bubay, ngelakei, atau cakak lakei. Penting untuk digarisbawahi bahwa sebumbangan bukanlah bentuk pelanggaran total terhadap adat, melainkan sebuah jalan pintas yang tetap memiliki mekanisme penyelesaian adat yang ketat dan terperinci. Pembahasan Secara etimologis, kata sebumbangan berasal dari kata dasar bumbang yang ...